Nyobain Tecno Camon 50 Pro 5G: Awalnya Malas Bahas, Berakhir Jatuh Cinta Sama Kameranya!
Halo semuanya! Selamat datang lagi blog ini. Kemarin hari di atas meja ini berantakan sama obeng, thermal paste, dan komponen PC, tapi hari ini suasananya sedikit beda.Di depanku sekarang ada sebuah kotak biru terang yang lumayan menyala, berisi Tecno Camon 50 Pro 5G.
Jujur aja nih, waktu HP ini pertama kali rilis sekitar 3 bulan yang lalu, aku sempat ngerasa skip dan agak malas buat ngebahasnya.
Alasan utamanya? Harga peluncurannya ada di angka Rp5,5 jutaan, yang mana itu naik sampai Rp2 jutaan dibandingkan generasi sebelumnya, si legendaris Camon 40 Pro, yang dulu kusebut sebagai HP dengan level "dewa".
Waktu itu aku mikir, ini Tecno agak kelewatan naikin harganya sampai 50%, rasanya pasti bakal habis disikat sama HP merek lain di pasaran.
Tapi ternyata, prediksiku meleset total. Setelah 3 bulan berlalu, malah susah banget nyari HP baru di kelas harga yang sama yang bisa menyaingi apa yang ditawarkan oleh seri ini. Apalagi sekarang harganya di pasaran udah mulai turun, bikin nilainya makin "gacor".
Bahkan, performa kameranya diakui sangat keren, sampai-sampai rating DxOMark-nya bisa nyelip di antara deretan HP flagship puluhan juta seperti iPhone 15, iPhone 14 Pro, Google Pixel, hingga Samsung Ultra.
Gak ada HP kelas menengah (midrange) lain yang bisa ngasih hasil selevel itu. Jadi, daripada terus penasaran dan suudzon, mending hari ini kita bedah langsung dan lihat apa aja yang bikin HP ini mendadak jadi spesial di mataku.
Daftar Spesifikasi "Sang Jawara" Kamera
Sebelum tanganku mulai ngelepas plastik-plastik pembungkusnya, mari kita intip dulu spesifikasi di atas kertas dari varian dasar (RAM 8GB / Internal 256GB) yang ada di tanganku ini.
Pengalaman Unboxing yang Bikin Senyum-Senyum
Langkah 1: Menjelajahi Isi Kotak Biru
Aroma khas pabrik barang elektronik langsung menyapa hidungku begitu sil plastik kotaknya disobek. Kotaknya berwarna biru menyala dengan siluet HP di depannya yang lumayan mengingatkanku sama desain Camon 40 Pro tahun lalu, tapi sekarang bentuknya kelihatan lebih membulat.
Oh ya, di sudut kotak, aku sempat mikir, "Bentar, bukannya pas rumor kemarin namanya Camon 50 Ultra ya?" Ternyata benar, seri ini aslinya punya nama "Ultra" untuk rilis global, tapi khusus di Indonesia namanya diganti jadi Tecno Camon 50 Pro 5G biar penamaannya konsisten sama seri-seri sebelumnya. Jadi buat kalian yang nyari varian Ultra, ini tuh barang yang sama persis, cuma lagi nyamar aja biar kedengaran lebih "merakyat".
Begitu kotaknya dibuka, isinya beneran melimpah. Selain sim ejector dan dokumen garansi, kita dikasih tempered glass pelindung layar. Tapi nih, ngelihat tipe layarnya yang curved (melengkung), aku langsung nyerah di dalam hati.
Memasang tempered glass lengkung itu PR banget. Daripada layarku penuh gelembung udara, mending nanti bawa ke konter aja, modal Rp10.000 buat bayar jasa abang konternya yang udah pengalaman. Selain itu, ada kabel Type-A ke Type-C, dan charger bawaan 45 Watt yang tebal dan solid.
Langkah 2: Estetika Desain dan Casing Mewah
Hal yang paling menyita perhatianku dari isi kotak ini adalah bonus casing-nya. Lucu banget! Desainnya two-tone; bagian kanan yang luas terasa bertekstur halus mirip material kain, sedangkan bagian kiri yang mengelilingi area kamera punya finishing mengkilat. Motifnya sekilas bikin aku ingat sama desain tas-tas mewah, mirip banget gaya brand Bonia kalau kalian tahu.
Pas aku keluarin unit Tecno Camon 50 Pro 5G varian warna Moon Shadow Black (hitam), rasanya lumayan premium di tangan. Bagian belakang HP ini menggunakan material kaca, sedangkan rangka sampingnya (frame) terbuat dari polikarbonat. Saat terkena cahaya, teksturnya terasa halus namun sedikit licin.
Desain modul kameranya sekarang rata dan polosan, tanpa gundukan tebal ala "kandang" terpisah seperti yang ada di Camon 40 Pro dulu. Jujur, soal desain, aku pribadi sebenarnya lebih suka gaya Camon 40 Pro yang lebih kotak, tegas, dan gagah. Desain yang baru ini terasa mencoba mencari identitas sendiri, meski aura-aura gaya Samsung Ultra masih sedikit menempel di siluetnya.
Langkah 3: Momen "Aha!" dan Fakta Tersembunyi di Kotaknya
Nah, di sini ada momen di mana aku hampir salah sangka. Pas lagi asik merhatiin tulisan spesifikasi di kotak kardusnya, mataku tertuju pada tulisan: "Triple 50 Megapixel". Wah, gila nih, pikirku. Apakah ini HP Rp5 jutaan pertama yang berani ngasih 3 kamera belakang beresolusi 50MP semua kayak HP flagship beneran?
Tapi setelah kuulik dan kubaca lebih teliti, rasanya kayak ada bola lampu imajiner yang menyala di kepalaku. "Aha!" Ternyata aku kegocek trik marketing! Yang dimaksud "Triple 50MP" itu adalah: Kamera Utama 50MP, Kamera Telephoto 50MP (buat zoom 3x), dan... Kamera Selfie 50MP di depan! Sementara itu, kamera Ultrawide di bagian belakang ternyata cuma beresolusi 8 Megapixel. Untung aja aku sadar lebih awal, jadi kalian yang baca artikel ini jangan sampai ikut tertipu ekspektasi ya.
Langkah 4: Tes Sakti Kamera Zoom 3x
Sesuai kepanjangan namanya, Camon (Camera On), nilai jual utama HP ini pastinya ada di sektor fotografi. Dan daya tarik paling menggiurkan yang membedakan HP ini dari pendahulunya adalah kehadiran lensa Telephoto 3x secara perangkat keras (*hardware*), bukan sekadar zoom digital. Buat ngebuktiinnya, aku iseng bawa HP ini buat motret mobil dari jarak jauh.
Pas aku pakai kamera utama (1x) lalu di-zoom secara digital ke arah pelat nomor mobil Wuling, hasilnya hancur. Detailnya hilang dan AI sistem malah mencoba menebak-nebak tekstur sampai tulisan Wuling-nya terbaca aneh jadi "Wulong". Tapi, begitu aku pindah ke mode lensa Zoom 3x yang asli, hasilnya beda bumi dan langit! Tulisannya langsung terbaca jelas dan tajam.
Begitu juga saat ngetes motret mainan figurin Woody dan Buzz Lightyear dari Toy Story, perpaduan kelereng dan gasing di dekatnya terlihat punya detail yang sangat rapi. Buat kalian yang suka foto jarak jauh atau foto konser, lensa tele di HP 5 jutaan ini beneran berasa sangat spesial.
Sayangnya, kepuasanku sedikit terganggu pas nyobain kamera Ultrawide-nya. Hasil jepretan lensa 8MP ini kualitas dan warnanya terasa jomplang dibandingkan dua lensa lainnya. Hasilnya lebih kasar, nggak hancur sih, tapi "sekadar ada" aja. Kabar baiknya, hasil rekaman video dari kamera depan (selfie) justru luar biasa karena bisa merekam di resolusi tajam 4K 30fps dengan sangat stabil, fitur yang jarang ada di kelas harganya.
Langkah 5: Menyiksa Performa dan Menikmati Layar 144Hz
Selesai mainan kamera, aku beralih ke layarnya. Panel AMOLED berukuran 6.78 inci dengan resolusi 1.5K ini punya lengkungan di sisinya yang bikin penampilannya super cantik. Tecno ngeklaim layar ini punya fitur "Ultra Bright" dengan tingkat kecerahan mencapai 4.500 nits.
Awalnya aku skeptis karena banyak brand murah yang cuma asal tempel angka kecerahan tinggi, tapi pas aku tes bawa HP ini ke luar di jam 1 siang yang terik, layarnya terbukti masih sangat jelas untuk dibaca. Kualitas layarnya benar-benar ngasih feel HP kelas premium.
Tapi, di tengah rasa kagum itu, aku nemuin satu kelemahan minor. Pas aku buka YouTube buat nge-tes kualitas audionya dari speaker stereo bawaannya, suaranya di volume 100% malah terdengar serak, pecah, dan agak dipaksakan.
Bodi HP yang tipis ini juga ikut bergetar kalau kita taruh di atas meja sambil menyetel volume maksimal. Solusinya simpel sih, cukup turunin volumenya ke sekitar 90%, dan suara bass-nya bakal terdengar lebih pas dan berasa dentumannya. Oh ya, getaran haptic-nya juga terasa kurang mantap saat navigasi.
Soal performa, HP ini ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 7400 Ultimate. Meski ada embel-embel "Ultimate", jujur aja ini rasanya cuma branding penamaan dari Tecno. Performa aslinya sama kuatnya dengan seri reguler, sanggup tembus skor AnTuTu di kisaran 900 ribuan.
Pas aku coba siksa buat main *game* kelas berat yang punya standar kompetitif, HP ini sanggup menjalankan *game* dengan mulus di kisaran 40 sampai 45 FPS dengan sangat playable. Sangat cukup buat menemani baterai monsternya yang berkapasitas 6.500 mAh.
Kesimpulan Akhir di Meja Kerjaku
Setelah seharian ngutak-ngatik HP ini, aku akhirnya paham kenapa pandanganku terhadap Tecno Camon 50 Pro 5G bisa berubah 180 derajat. Memang, kalau kita jadikan harga murah tahun lalu sebagai patokan, HP ini akan terasa mahal di awal peluncurannya. Tapi kalau kita berpijak pada realita pasar smartphone saat ini, HP ini justru tampil menjadi bintang yang spesial.
Kombinasi kamera utamanya yang solid, kehadiran lensa *telephoto* yang langka di kelas harganya, perekaman video depan 4K, baterai raksasa, layar terang yang cantik, hingga sistem operasi yang dijanjikan update hingga 3 tahun (dan 5 tahun untuk keamanan), membuat HP ini sangat layak dipertimbangkan buat kamu yang mementingkan kualitas fotografi tanpa mengorbankan performa *gaming*.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Tecno Camon 50 Pro 5G
Ada pertanyaan yang masih mengganjal sebelum beli? Coba cek beberapa pertanyaan yang paling sering muncul dari pengalaman nge-review ini:
Kenapa namanya "Pro" padahal di luar negeri namanya "Ultra"?
Apakah layarnya benar-benar seterang yang diiklankan?
Maksudnya "Triple 50MP" di kotaknya itu apa? Kamera belakang semua?
Apakah HP ini tangguh dan tahan air?
Apa kekurangan terbesar dari HP ini?
Sekian dulu sesi ngulik di meja kerjaku kali ini. Tecno bener-bener berhasil meracik HP kelas menengah yang punya kelebihan berasa flagship di sektor kamera. Jangan lupa share artikel ini ke teman kalian yang lagi bingung nyari HP 5 jutaan, ya! Sampai jumpa di review santai selanjutnya.
Posting Komentar