Intip daftar game MMORPG terbaru yang rilis tahun 2026 dan 2027 seperti Chrono Odyssey, AION 2, hingga RO 3. Mana yang paling layak untuk kamu tunggu?
Tahun 2026 digadang-gadang bakal menjadi tahun yang sibuk bagi para penggemar game Massively Multiplayer Online Role-Playing Game (MMORPG). Sederet judul besar dengan grafis realistis kelas AAA dan gameplay inovatif sudah masuk dalam daftar tunggu. Namun, di balik hype yang beredar luas di komunitas gamer, ternyata tidak semua game tersebut layak untuk diantisipasi secara buta. Beberapa di antaranya bahkan mengalami penundaan jadwal rilis atau perubahan konsep dasar permainannya.
Berdasarkan ulasan terbaru dari kreator konten YouTube GAMECIEL, ada sejumlah game MMORPG mendatang yang paling disorot untuk periode 2026 hingga 2027. Berikut adalah rangkuman detail dari deretan game tersebut, lengkap dengan realita pengembangannya di lapangan.
1. Chrono Odyssey: Ambisi Dark Fantasy yang Terus Dipoles
Dikembangkan oleh Npixel dan akan diterbitkan secara global oleh Kakao Games, Chrono Odyssey berhasil mencuri perhatian lewat visualnya yang sangat realistis dan mekanik manipulasi waktu. Game yang ditujukan untuk PC, PS5, dan Xbox ini menawarkan dunia terbuka tanpa batas (seamless open-world) dengan sistem pertarungan aksi yang sangat fleksibel.
Meski terlihat memukau, uji coba (playtest) perdana game ini rupanya masih menyisakan beberapa pekerjaan rumah. Pemain sempat melaporkan adanya bug, kontrol yang kurang responsif, pencahayaan yang berantakan, hingga efek pukulan yang kurang berdampak. Untungnya, pihak developer merespons hal ini secara positif dan terus memperbaiki berbagai keluhan, mulai dari pergerakan kamera hingga optimalisasi sistem bertahan. Rencananya, Chrono Odyssey akan menggelar playtest kedua pada kuartal kedua 2026, dengan target rilis awal 2027—mundur dari jadwal awal di penghujung 2026.
2. ArcheAge Chronicles: Pergeseran Jati Diri MMO
Merupakan sekuel langsung dari ArcheAge pertama, game yang awalnya bernama ArcheAge 2 ini berganti judul menjadi ArcheAge Chronicles. Digarap oleh XL Games dan Kakao Games untuk platform PC serta konsol, game ini awalnya dijanjikan membawa sistem sandbox yang kuat, mencakup fitur bertani, membangun rumah, hingga sistem ekonomi yang digerakkan pemain.
Namun, kabar mengejutkan datang dari pihak pengembang yang mengonfirmasi bahwa ArcheAge Chronicles bukanlah game MMO tradisional. Mereka lebih memfokuskan game ini sebagai RPG aksi daring berbasis penjelajahan dengan sistem pertarungan yang lebih padat, alih-alih dunia berskala masif yang menampung puluhan sistem tumpang tindih. Perubahan arah ini memicu tanda tanya di kalangan penggemar setia yang mengharapkan kembalinya elemen MMO murni khas ArcheAge. Game ini dijadwalkan rilis pada kuartal keempat 2026.
3. Soulframe: Eksplorasi Mistis dari Kreator Warframe
Soulframe adalah game aksi fantasi MMORPG free-to-play terbaru dari Digital Extremes, studio di balik kesuksesan besar Warframe. Berbeda dengan tema ninja luar angkasa pendahulunya, game ini mengambil latar dunia mistis yang dipenuhi sihir dan makhluk gaib.
Sistem pertarungannya dirancang lebih lambat dan taktis, dengan fokus utama pada aspek eksplorasi dunia. Antusiasme komunitas terhadap game ini sebenarnya lebih didorong oleh rasa penasaran melihat bagaimana kreator Warframe meracik sebuah game berbasis MMO. Saat ini, Soulframe masih berada dalam tahap uji coba Alpha, sehingga model monetisasinya belum terungkap. Banyak pihak memprediksi game ini baru akan siap meluncur secara penuh pada tahun 2027.
4. AION 2: Potensi Besar yang Terhambat Sistem Monetisasi
Sebagai sekuel dari AION pertama, AION 2 dikembangkan oleh NCSoft untuk perangkat PC dan mobile. Game ini menawarkan keseimbangan konten PVE (Player vs Environment) dan PVP (Player vs Player), termasuk fitur perebutan wilayah berskala besar dan sistem raid boss yang membutuhkan kerja sama tim solid.
Sistem pertarungannya menggunakan model hybrid atau semi-tab targeting. Namun, tantangan terbesar dari game ini—khususnya bagi audiens global—terletak pada sistem monetisasinya yang dinilai sangat agresif. Di server uji coba wilayah Asia, hal ini memicu maraknya transaksi uang nyata (RMT) ilegal dan kehadiran bot. Selain itu, progresi karakter yang terlalu vertikal membuat pemain baru kesulitan mengejar ketertinggalan tanpa dukungan sistem. NCSoft saat ini dikabarkan sedang memperbaiki masukan tersebut secara perlahan sebelum peluncuran globalnya yang ditargetkan pada kuartal ketiga 2026.
5. Horizon Steel Frontiers: Memburu Dinosaurus Robot Bersama
Proyek kolaborasi antara NCSoft dan Guerrilla Games ini membawa semesta Horizon Zero Dawn ke ranah MMORPG dunia terbuka. Fokus utamanya adalah mengajak pemain berburu dinosaurus mekanik layaknya Monster Hunter, namun dalam skala interaksi dunia daring.
Dirancang sebagai game mobile yang juga menyediakan klien PC, daya tarik unik game ini ada pada penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengatur perilaku NPC (karakter non-pemain). Teknologi ini memastikan pergerakan NPC tidak kaku dan repetitif. Hingga saat ini, informasi mendetail masih ditutup rapat oleh NCSoft, dan jadwal rilisnya masih berstatus belum diumumkan (TBA).
6. Ragnarok Online 3: Nostalgia Klasik Berbalut Visual Modern
Bagi para veteran game center atau warnet, pengumuman Ragnarok Online 3 menjadi kabar yang cukup menggembirakan. Dikembangkan oleh Joy Maker dan akan diterbitkan oleh Gravity, game ini berupaya mempertahankan elemen nostalgia seperti dunia Midgard, kota Prontera, serta sistem kelas karakter ikonis seperti Lord Knight dan Assassin Cross, namun dengan peningkatan grafis modern.
Secara tampilan antarmuka (UI), game ini dinilai sangat berorientasi pada perangkat mobile, meski dijanjikan fokus utamanya adalah rilis PC. Karena digarap oleh tim pengembang di balik Ragnarok Origin, muncul spekulasi kuat di komunitas bahwa sistem monetisasi game ini kemungkinan besar akan mengarah pada konsep pay-to-win. Ragnarok Online 3 rencananya akan rilis lebih dulu di server Tiongkok pada kuartal keempat 2026, disusul rilis global pada 2027.
7. Lost Ark Mobile: Porting Menjanjikan Namun Berat di Spesifikasi
Sebagai tambahan, Lost Ark Mobile dari developer Smilegate juga menjadi proyek yang menuai banyak sorotan. Game hack and slash ini berupaya memindahkan pengalaman versi PC ke perangkat genggam dengan dukungan cross-platform melalui PC client. Game ini juga menghadirkan kelas karakter eksklusif khusus mobile, yaitu Sword Master.
Dari hasil Closed Beta Test (CBT) di Korea Selatan pada akhir 2025, game ini menuai tanggapan beragam. Beberapa pemain merasa game ini terasa terlalu identik dengan versi aslinya sehingga alur ceritanya terasa kurang "segar" seperti yang dijanjikan. Selain itu, game ini menuntut spesifikasi perangkat yang cukup tinggi—seperti minimal Samsung Galaxy S22 atau iPhone 12 Pro—serta memiliki potensi menghabiskan daya baterai dengan cepat. Lost Ark Mobile diprediksi rilis di Korea Selatan pada 2026, sementara jadwal peluncuran globalnya belum bisa dipastikan.
Kesimpulan Mendekati tahun 2026 dan 2027, komunitas gamer memang akan disuguhkan berbagai pilihan MMORPG dengan konsep yang ambisius. Namun, ekspektasi publik harus tetap disesuaikan dengan realita. Banyak proyek game yang masih membutuhkan waktu untuk optimalisasi performa, perbaikan bug, hingga penyesuaian model bisnis agar game tersebut benar-benar seimbang dan layak dinikmati saat rilis secara resmi nanti.
FAQ:
Q: Kapan Chrono Odyssey dijadwalkan rilis secara resmi? A: Chrono Odyssey rencananya akan menggelar uji coba (playtest) kedua pada kuartal kedua 2026 dan ditargetkan rilis penuh pada awal tahun 2027.
Q: Apakah ArcheAge Chronicles memiliki gameplay MMORPG seperti game pertamanya? A: Tidak sepenuhnya. Pihak pengembang menyatakan bahwa ArcheAge Chronicles lebih condong menjadi game RPG aksi daring berbasis eksplorasi, alih-alih mempertahankan sistem dunia berskala masif ala MMO tradisional.
Q: Apa masalah utama yang sedang diperbaiki pada game AION 2? A: Tantangan terbesar AION 2 saat ini adalah sistem monetisasinya yang dinilai terlalu agresif, yang memicu munculnya transaksi uang nyata (RMT) ilegal, praktik botting, serta kesulitan bagi pemain baru untuk melakukan progresi karakter.
Q: Game apa yang merupakan adaptasi MMORPG dari seri Horizon Zero Dawn? A: Horizon Steel Frontiers, yang merupakan proyek kolaborasi antara NCSoft dan Guerrilla Games dengan fokus gameplay memburu dinosaurus robot.
Tertarik untuk memainkan salah satu dari daftar MMORPG di atas? Pastikan kamu selalu mengikuti update terbaru seputar jadwal rilis, review, dan perkembangan dari game-game favoritmu. Jangan lupa bookmark halaman ini dan pantau terus portal berita gaming kami untuk mendapatkan informasi paling objektif, faktual, dan terkini seputar industri video game!

EmoticonEmoticon